Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Myasthenia Gravis pada Anak

Myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun langka pada anak yang membuat otot tubuh, khususnya di area tangan, kaki, tenggorokan, mulut, dan mata, terasa lemas sesudah beraktivitas. Biasanya, otot-otot di sekitar mata terpengaruh lebih dulu, sehingga kelopak mata layu. Bahkan, kalian kalian bisa mengalami penglihatan ganda, kaki & lengan terasa lemah, serta sulit bernafas, berbicara, menelan, dan mengunyah.

Penyebab & Gejala Myasthenia Gravis

Beberapa penyebab dan gejala penyakit ini adalah:

  • Transient Neonatal Myasthenia Gravis

Kondisi ini terjadi pada 10-15 persen bayi yang ibunya mengalami MG & disebabkan antibodi ibu yang melewati plasenta pada akhir masa kehamilan. Biasanya, MG neonatal transient hanya berlangsung singkat atau sementara. Gejalanya juga akan hilang dalam beberapa minggu karena antibodi anak diganti secara alami. Bayi dengan kondisi ini tidak cukup baik dalam menyusu, bahkan bisa mengalami masalah pernafasan.

  • Juvenile Myasthenia Gravis

Kondisi ini disebabkan antibodi yang mengganggu kerja saraf & otot. Biasanya, kondisi ini dialami gadis remaja kulit putih. MG juvenile dapat terjadi seumur hidup & sering kambuh. Biasanya, kondisi ini muncul di usia 10 tahun ke atas. Umumnya diawali rasa yang sangat lelah walaupun hanya beraktivitas ringan. Kemudian, otot tengkorak kepala mulai terkena gejala yang mengakibatkan anak sulit mengunyah & menelan.

  • Congenital Myasthenic Syndrome

Penyebabnya yaitu mutasi genetik dari komponen protein dari orang tuanya. Kondisi ini cukup langka dan bukan termasuk gangguan autoimun. Gejala bawaannya biasanya terlihat saat lahir & berlaku seumur hidup. Saat anak berusia 1 tahun, tangan & kaki tampak lemas. Anak juga mungkin mengalami keterlambatan perkembangan motorik.

Pengobatan Myasthenia Gravis

Ada beberapa pilihan pengobatan untuk kondisi ini, yaitu:

  • Perawatan simtomatik

Fungsinya untuk meminimalisir gejala. Caranya adalah dengan menjadwalkan istirahat & tidur yang cukup setiap hari serta memberikan nutrisi dan beraktivitas fisik yang cukup.

  • Pyridostigmine

Pengobatan ini dengan memberikan obat yang bisa memperpanjang aktivitas pengantar sinyal saraf alami tubuh.

  • Perawatan modulasi sistem imun

Pengobatan ini menggunakan obat yang mengandung kortikosteroid. Tapi, biasanya bukan untuk jangka panjang karena ada efek samping negatifnya.

  • Pengobatan lain yang menekan/mengatur sistem imun

Ini adalah alternatif yang lebih aman dibanding obat yang mengandung kortikosteroid.

  • Imunoglobulin Intravena (IVIG)

Yaitu infus IV antibodi manusia yang dikumpulkan efektif dalam mengurangi gejala klinis MG.

  • Timektomin

Yaitu operasi pengangkatan kelenjar timus.

Bagaimana Mencegah Myasthenia Gravis?

Untuk mencegahnya, ada beberapa cara yang bisa menghentikan munculnya gejala ataupun mencegah berkembangnya gejala menjadi komplikasi. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan untuk menghindari infeksi. Jika sudah terjadi masalah kesehatan, jangan tunda untuk segera mengobatinya. Selain itu, sebaiknya hindari suhu ekstrim serta aktivitas fisik yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.